Browse » Home » Posts filed under METODE
Rabu, 25 Juli 2012
E-learning biMBA-AIUEO
20.55
biMBA-AIUEO sebuah lembaga pendidikan anak usia dini non formal yang berada di bawah naungan Yayasan Pengembangan Anak Indonesia (YPAI), selalu melakukan proses perbaikan diri secara terus-menerus terutama dalam hal pelatihan, pembinaan dan peningkatan kemampuan SDMnya. Pelatihan, pembinaan dan peningkatan kemampuan SDM dilakukan dengan cara conference call menggunakan media online. Selama ini, ada dua macam training secara online yang diselenggarakan oleh biMBA , yaitu :
1) Training Dasar.
2) Training Penyegaran.
Training dasar dilakukan bersama para trainer biMBA selama lima hari. Training ini diikuti oleh calon motivator dan kepala unit biMBA.
Training penyegaran dilakukan secara rutin setiap hari Kamis bersama dengan Bapak Bambang Suyanto. Dalam training ini motivator dapat menanyakan dan mendapatkan solusi dari kendala yang selama ini dihadapi dalam proses membimbing anak di kelas atau yang berhubungan dengan orangtua.
2.
Efisiensi waktu, biaya, tempat dan tenaga.
3. E-learning PUSDIKLAT biMBA merupakan embrio
lahirnya Universitas Terbuka STKIP-
1) Training Dasar.
2) Training Penyegaran.
Training dasar dilakukan bersama para trainer biMBA selama lima hari. Training ini diikuti oleh calon motivator dan kepala unit biMBA.
Training penyegaran dilakukan secara rutin setiap hari Kamis bersama dengan Bapak Bambang Suyanto. Dalam training ini motivator dapat menanyakan dan mendapatkan solusi dari kendala yang selama ini dihadapi dalam proses membimbing anak di kelas atau yang berhubungan dengan orangtua.
biMBA-AIUEO memiliki visi "Membangun Generasi Pembelajar Mandiri Sepanjang Hayat". Menyadari bahwa proses belajar harus dilakukan secara terus menerus, tidak mengenal kata berhenti dan kesempatan untuk bertatap muka secara online dengan para trainer dirasa masih belum memenuhi kebutuhan para motivator untuk belajar dan menggali lagi apa-apa yang belum dipahami atau diketahui mengenai
biMBA-AIUEO.
Berangkat dari kepedulian tersebut, maka Divisi Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)
biMBA-AIUEO membuat suatu website untuk e-learning, yaitu: www.diklatbimba.com. E-learning dimaksudkan sebagai media belajar mandiri bagi seluruh keluarga besar
biMBA-AIUEO, karena dapat diakses kapan saja dengan memanfaatkan jasa dan fasilitas internet, sehingga prose pembelajaran tidak lagi harus berinteraksi langsung antara pengajar dengan peserta didik.
Untuk dapat berinteraksi di dalam e-learning, motivator terlebih dahulu harus memiliki username dan password. Username dan password dapat diperoleh dengan cara menghubungi DIKLAT
biMBA-AIUEO.
Ada apa saja di e-learning..??
Diklat
Umum :
1. Materi KebiMBAan.
2. Materi Motivasi.
3. Materi Kurikulum Dasar.
Diklat Khusus :
1. Materi Kurikulum Baca.
2. Materi Simulasi.
3. Materi Kurikulum Matematika & Tulis.
4. Materi SEQ.
Apa tujuan e-learning..??
Tujuan
e-learning di biMBA adalah :
1.
Untuk pembelajaran jarak jauh (Distance Learning).
Dalam rangka
pelatihan dan pembinaan calon Motivator, calon Kepala Unit , Motivator ,
Kepala
Unit serta lingkungan internal
biMBA , maka perlu diadakan pendidikan danpelatihan
secara berkala dan berkesinambungan. Namun dengan berkembangnya
biMBA ke seluruh
penjuru Indonesia, maka akan banyak kendala jika dilakukan dengan cara tatap muka
langsung. Maka perlu adanya Distance Learning (pembelajaran jarak
jauh) melalui media e-
learning. Dengan e-learning,
akan memungkinkan pengajar dan peserta diklat dapat
melakukan KBM walau tidak berada dalam satu ruangan. Pengajar dapat berada
dimana saja
menyampaikan materi melalui internet dan sementara peserta dapat
menerima materi dimana
saja juga melalui internet.
Akan memberi kemudahan
bagi peserta diluar Jakarta untuk mengikuti pelatihan, karena
pelatihan dilakukan secara online. Hal ini akan menghemat waktu, tenaga, dan biaya, karena
tidak harus datang ke Pusdiklat biMBA di Jakarta. Dengan demikian pendidikan danpelatihan
ini diharapkan mudah dijangkau diberbagai wilayah dan
lapisan masyarakat.
biMBA.
YPAI akan menyelenggarakan Universitas Terbuka yakni STKIP (Sekolah Tinggi
Keguruan
dan Ilmu Pendidikan)
biMBA, dimana mahasiswa tidak perlu hadir di
kampus untuk
mengikuti kuliah. Konsep e-learning ini
akan menjadi solusi bagi format universitas terbuka.
Selain itu diharapkan
universitas ini mudah terjangkau diberbagai lapisan masyarakat di
seluruh wilayah
Indonesia.
4.
Kemandirian dalam belajar.
E-learning
memungkinkan pembelajar untuk belajar secara mandiri, tanpa pengawasan
langsung dari pengajar dikelas. Semua materi,
tugas, quiz dan aktifitas belajar lainnya
dilakukan secara mandiri. Hal ini sejalan dengan visi
biMBA, yaitu "membangun generasi
pembelajar mandiri sepanjang hayat".
"Sehingga bisa tercipta pendidikan dan pelatihan dgn biaya rendah yang dapat dijangkau seluruh
masyarakat di mana saja dengan belajar secara mandiri".
Bagaimana cara mengakses e-learning biMBA..??
ñ Kunjungi Web: http://diklatbimba.com/
ñ Cari Menu LOGIN
(kiri atas),
ñ Isi USERNAME
dan PASSWORD lalu klik, anda akan bisa memasuki e-learning diklat sesuai
dengan Level User anda.
* Keterangan :
ñ Untuk Pengunjung Umum
/ Tamu :
Lalu klik kotak LOGIN
, setelah muncul halaman login, cari botton /kotak LOGIN SEBAGAI TAMU,
lalu klik. Maka anda otomatis masuk sebagai tamu yang dapat mengakses Materi
Yang diperbolehkan khusus tamu
ñ Untuk Peserta Diklat
:
Username dan Password
akan diberikan pada saat pelatihan, atau silakan hubungi
Pusdiklat
CP : Bp. Ardyaloka.
ñ Untuk Lingkungan
Internal biMBA.
Untuk mendapatkan USERNAME
dan PASSWORD , silakan hubungi Pusdiklat biMBA/
C.P Bp:
Ardyaloka.
a
Senin, 16 Juli 2012
Pertanyaan seputar kebiMBAan.
04.42
Seputar
kebiMBAan.
1. Pengertian biMBA.
Jawab :
biMBA adalah bimbingan MINAT Belajar Anak yang berada di bawah naungan
Yayasan Pengembangan Anak Indonesia. biMBA tidak
mengajarkan calistung kepada anak. biMBA menumbuhkan MINAT, semangat, hasrat belajar anak secara intrinsik.
Apabila banyak anak biMBA yang memiliki
kemampuan membaca yang luar biasa sejak usia dini, itu merupakan dampak dari
pengembangan MINAT belajarnya.
2. Tujuan biMBA.
Jawab :
Untuk menumbuhkan MINAT
belajar anak secara intrinsik. Anak mau belajar bukan karena terpaksa atau
dipaksa. Anak mau melakukan kegiatan membaca dan belajar dengan kemauan dan
keinginannya sendiri, karena ia senang melakukan kegiatan membaca dan belajar.
3. Latar belakang biMBA.
Jawab :
Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi hadirnya
biMBA-AIUEO, yaitu :
a.
Mitos
belajar adalah beban.
Banyak anak usia pelajar yang tidak
suka bahkan menganggap bahwa belajar adalah beban, membosankan, dan tidak
menyenangkan. Hal ini sungguh sangat memprihatinkan, pada hakekatnya tugas
utama dari seorang pendidik adalah membuat anak memiliki semangat dan hasrat
untuk belajar. Keberhasilan suatu pendidikan adalah membuat anak didik memiliki
semangat dan hasrat belajar terus menerus, walaupun ia sudah lulus sekolah dan
tidak ada lagi yang mengharuskannya untuk belajar.
b.
Dampak
negatif globalisasi media elektronik.
Hampir semua anak menyukai televisi,
video game, komputer, dan perangkat elektronik lainnya. Hal ini sangat
mencemaskan, karena bila dibiarkan anak-anak kita akan tumbuh menjadi anak yang
pasif. Menyadari dampak negatif tersebut, biMBA hadir untuk membimbing anak-anak Indonesia agar memiliki MINAT,
semangat, dan hasrat belajar secara intrinsik. biMBA memiliki tujuan untuk membuat anak menyukai kegiatan membaca
dan belajar, sehingga bila anak dihadapkan pada pilihan nonton tv atau belajar,
maka anak dengan senang hati akan lebih tertarik dengan kegiatan belajarnya
daripada nonton tv. Dengan demikian biMBA mampu meminimalkan dampak negatif yng ditimbulkan oleh media
elektronik.
c.
Rendahnya MINAT dan kemampuan membaca.
Berdasarkan
data yang diperoleh IEA, Indonesia berada pada urutan ke 41 dari 45 negara yang
mengikuti riset kemampuan membaca siswa sekolah dasar (SD) kelas IV. Hal ini
tentunya tidak bisa dibiarkan, untuk itulah biMBA hadir. Pengertian membaca di biMBA bukan anak mampu membunyikan kata
atau kalimat, tetapi juga mengerti apa yang dibacanya. biMBA membimbing anak agar paham dan
mengerti bukan menghafal.
d.
Belenggu
biaya pendidikan yang tinggi.
Keterbatasan
ekonomi bukan halangan untuk terus belajar. Apabila anak sudah memiliki MINAT belajar secara intrinsik, maka ia
akan mampu belajar dimana pun dan kapan pun.
e.
Usia dini
merupakan Golden Age atau Critical Period.
Usia 0-8 tahun merupakan masa keemasan bagi
seorang anak, yang hanya terjadi sekali dalam hidupnya, apabila masa tersebut
tidak dimanfaatkan dengan baik, maka tidak dapat diputar kembali. Untuk itu
pada masa tersebut harus diberikan stimulus atau rangsang positif dalam
berbagai aspek kehidupan anak.
4. Keistimewaan biMBA.
Jawab :
a. Kata biMBA.
Kata biMBA adalah sebuah
kata yang istimewa, karena biMBA membimbing MINAT belajar anak secara intrinsik dengan MBA (Mohon
Bimbingan Allah, Tuhan Yang Maha Esa).
b. YPAI.
Yayasan Pengembangan Anak Indonesia, YPAI melalui biMBA-AIUEO ingin
mengembangkan anak-anak Indonesia agar memiliki MINAT
belajar secara Intrinsik.
c. GARANSI BCA 372 bebas.
biMBA memberikan GARANSI bisa
baca untuk anak mulai usia 3 tahun 0 bulan dalam waktu 72 jam bimbingan di
kelas, bebas meskipun tanpa harus dibantu di rumah.
Jika dalam waktu 72 jam bimbingan di kelas, anak
belum mampu membaca kata sederhana, biMBA akan memberikan
bimbingan secara intensif dan GRATIS sampai anak bisa.
d. Coba gratis sampai YAKIN.
Keistimewaan yang berikutnya adalah fasilitas coba
gratis sampai YAKIN, karena biMBA tidak dapat
membimbing anak yang orangtuanya tidak yakin dengan biMBA.
5. Tujuan GARANSI BCA 372
bebas.
Jawab :
Garansi diterapkan untuk memberikan kenyamanan
bagi keluarga besar biMBA-AIUEO, khususnya kepala unit dan motivator.
6. Latar belakang adanya GARANSI
BCA 372 bebas.
Jawab :
a. Berdasarkan hasil
penelitian.
Setelah melakukan research (penelitian)
menggunakan metode biMBA, diperoleh data bahwa anak
usia 3-5 tahun sudah mampu membaca kata sederhana, dengan rincian sebagai
berikut :
-
Usia
3 tahun, mampu membaca dalam waktu 60 jam.
-
Usia
4 tahun, mampu membaca dalam waktu 45 jam.
-
Usia
5 tahun, mampu membaca dalam waktu 30 jam.
Berdasarkan data tersebut
diambil rata-rata 372, yaitu usia 3 tahun mampu membaca dalam waktu 72 jam.
b. Berdasarkan kebutuhan
orangtua.
Garansi diterapkan untuk memberikan kenyamanan
bagi orangtua, karena tidak semua orangtua paham mengenai pentingnya MINAT belajar anak.
Metode biMBA berbeda dengan
tempat lain, di biMBA konsepnya adalah “bermain sambil belajar”.
Kebanyakan orangtua tidak paham dengan konsep tersebut, sehingga orangtua
merasa khawatir karena anaknya di biMBA main terus,
untuk itulah diberikan garansi agar orangtua tidak khawatir.
Garansi berbeda dengan jaminan. Garansi bukan
jaminan pasti bisa, garansi berhubungan dengan uang. Pada umumnya anak usia 3
tahun sudah mampu membaca kata sederhana dalam waktu 72 jam bimbingan di kelas.
Jika anak belum mampu, biMBA akan memberikan
bimbingan secara intensif dan gratis sampai anak bisa. Inilah yang dimaksud
dengan GARANSI BCA 372 bebas.
c. Kenyamanan motivator biMBA.
Sebagian besar motivator
biMBA
adalah tamatan SMU, untuk itu dibutuhkan kepercayaan orangtua terhadap
kemampuan para motivator biMBA. Untuk
memberikan rasa nyaman bagi para motivator biMBA, maka
diberikanlah GARANSI BCA 372 bebas, agar orangtua yakin dan tidak khawatir. Asalkan
punya keinginan dan motivasi kuat untuk terus belajar, tamatan SMU bisa menjadi
motivator biMBA, dengan keyakinan dan niat baik Allah SWT pasti
akan membantu kita.
d. Biaya.
Yayasan Pengembangan Anak Indonesia (YPAI) tidak
bergantung dengan pihak lain. Biaya operasional biMBA diperoleh dari
SPP murid setiap bulan. Semakin banyaknya murid masalah biaya akan
tertanggulangi. Jika tidak ada GARANSI, hanya sedikit orangtua yang mau
mempercayakan anaknya untuk dibimbing di biMBA karena orangtua
tidak yakin. Hal tersebut akan berdampak pada tidak adanya biaya, karena murid
sedikit dan lama kelamaan akan tutup.
7. Dampak jika tidak ada
GARANSI.
Jawab :
Jika tidak ada GARANSI,
orangtua tidak akan YAKIN dengan biMBA karena biMBA adalah metode baru yang berbeda dari yang lain.
Dampak jika orangtua tidak yakin adalah orangtua akan mengintervensi pengajaran
motivator di dalam kelas, hal ini tentu akan membuat motivator menjadi tidak
nyaman.
Jumat, 01 Juni 2012
Profile biMBA-AIUEO 1
02.15
Salam biMBA...tetap semangat, luar biasa, dan selalu ceria.
Sahabat biMBA, berikut ini saya share video Profile biMBA-AIUEO 1.
Semoga bermanfaat dan selamat menyaksikan.
Kamis, 26 April 2012
GARANSI BCA 372 bebas
05.01
Salam biMBA...tetap semangat, luar biasa, dan selalu ceria.
Sahabat biMBA...GARANSI BCA 372 bebas, yaitu biMBA mengGARANSI Bisa baCA untuk anak mulai usia 3 tahun 0 bulan dalam waktu 72 jam bimbingan di kelas, bebas meskipun tanpa harus dibantu di rumah.
Jika dalam waktu 72 jam bimbingan di kelas, anak belum mampu membaca kata sederhana maka biMBA akan memberikan bimbingan secara intensif dan GRATIS sampai anak BISA.
GARANSI bukanlah "MOMOK" yang menakutkan, yang harus dipahami adalah tujuan dan manfaat yang diperoleh dengan adanya pemberian GARANSI. Jadikanlah GARANSI sebagai salah satu fasilitas kita untuk belajar. Motivator yang mendapatkan anak garansi bukanlah motivator yang GAGAL. Hal itu merupakan proses kita untuk terus belajar melalui anak tersebut, karena motivator yang gagal adalah motivator yang tidak mau belajar.
Tujuan diberikan GARANSI adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak, orangtua, maupun motivator.
1. Manfaat GARANSI untuk ANAK.
- Terpenuhinya HAK anak untuk mendapatkan pendidikan dengan cara dan dalam suasana yang menyenangkan,
karena biMBA adalah bimbingan MINAT Belajar Anak.
- Anak tidak lagi dipaksa untuk belajar oleh orangtua, karena di biMBA anak dibimbing agar tumbuh MINAT
belajarnya secara intrinsik.
2. Manfaat GARANSI untuk ORANGTUA.
- Orangtua tidak perlu khawatir merasa rugi dengan uang yang sudah dikeluarkan untuk biaya pendidikan anak di
biMBA-AIUEO, karena sudah dijamin dengan adanya GARANSI BCA 372 bebas. Jika tidak terbukti, maka akan
dibebaskan dari biaya SPP sampai anak bisa.
3. Manfaat GARANSI untuk MOTIVATOR.
- Memotivasi motivator untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
- Motivator tidak perlu khawatir dengan tingkat pendidikannya, karena yang dibutuhkan di biMBA adalah orang--orang
yang mau terus belajar, mau memperbaiki diri, bertanggungjawab, mampu bekerjasama.
Salam biMBA...tetap semangat, luar biasa, dan selalu ceria.
BAHAYA Mengajarkan Membaca Pada Anak Usia Dini
04.03
Salam biMBA...tetap semangat, luar biasa, dan selalu ceria.
Sahabat biMBA, di dalam koran Republika terdapat artikel yang mengatakan bahwa anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tidak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa calistung si anak akan terkena 'Mental Hectic'.
''Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,'' ujar Sudjarwo, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).
Sahabat...
Kalau anak dipaksa belajar calistung ada kemungkinan terkena mental hectic dan membuat anak memiliki jiwa pemberontak. Mental Hectic adalah suatu kondisi yang kemungkinkan dapat terjadi pada balita kalau mereka terlalu dini diajarkan calistung.
biMBA sangat mendukung sekali dengan pendapat tersebut, bahwa tidak boleh mengAJARkan calistung pada anak usia dini karena akan menimbulkan dampak sangat negatif seperti membuat anak menjadi BENCI BELAJAR. Untuk itulah biMBA hadir. Sesuai dengan namanya biMBA adalah bimbingan MINAT belajar anak yang berarti memBIMBING MINAT Belajarnya BUKAN mengAJARkan calistung. Jadi jika ada biMBA yang mengajarkan calistung, maka itu BUKAN biMBA. Dan jika banyak anak biMBA yang sudah mampu membaca pada usia dini, itu merupakan dampak dari Pengembangan MINAT Baca dan MINAT Belajarnya.
Salam biMBA...tetap semangat, luar biasa, dan selalu ceria.
Sahabat biMBA, di dalam koran Republika terdapat artikel yang mengatakan bahwa anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tidak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa calistung si anak akan terkena 'Mental Hectic'.
''Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,'' ujar Sudjarwo, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).
Sahabat...
biMBA sangat mendukung sekali dengan pendapat tersebut, bahwa tidak boleh mengAJARkan calistung pada anak usia dini karena akan menimbulkan dampak sangat negatif seperti membuat anak menjadi BENCI BELAJAR. Untuk itulah biMBA hadir. Sesuai dengan namanya biMBA adalah bimbingan MINAT belajar anak yang berarti memBIMBING MINAT Belajarnya BUKAN mengAJARkan calistung. Jadi jika ada biMBA yang mengajarkan calistung, maka itu BUKAN biMBA. Dan jika banyak anak biMBA yang sudah mampu membaca pada usia dini, itu merupakan dampak dari Pengembangan MINAT Baca dan MINAT Belajarnya.
Salam biMBA...tetap semangat, luar biasa, dan selalu ceria.
Sabtu, 21 April 2012
biMBA-AIUEO Menumbuhkan MINAT Belajar Anak
07.28
Sebagai motivator biMBA-AIUEO dan sebagai orang tua harus mampu membangkitkan minat belajar anak, dengan cara mengenali apa yang dia sukai dan mengajak anak melakukan hal yang disukainya, Hal tersebut dipercaya mampu meningkatkan minat belajar seorang anak. Kuncinya adalah mengetahui apa yang dapat membuat anak tertarik dan memiliki keinginan untuk belajar. Bagi anak usia delapan tahun ke bawah, belajar harus berangkat dari MINAT si anak itu sendiri,
Sifat dasar anak adalah senang belajar hal itu bisa terlihat sejak usia dini, dimulai dari anak belajar berjalan, dia jatuh dan bangkit lagi atas kemauan sendiri. Sayangnya, ketika anak menginjak usia empat tahun, banyak terjadi intervensi orang dewasa, dalam hal ini orang tua. Seorang anak belajar karena kewajiban, dorongan, bahkan paksaan dari orang tua. Sehingga akhirnya anak menjadi tertekan, dampak yang lebih ekstrim adalah membuat anak menjadi BENCI belajar.
Prinsip dasar belajar untuk anak-anak haruslah MENYENANGKAN (FUN LEARNING), karena belajar dalam suasana yang menyenangkan akan menumbuhkan emosi positif. Motivator biMBA harus mampu menciptakan suasana belajar yang sepenuhnya menyenangkan bagi anak, Sehingga anak memiliki pengalaman atau kesan positif bahwa kegiatan belajar adalah kegiatan yang menyenangkan.
Proses belajar harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari hal yang mudah terlebih dahulu (SMALL STEP SYSTEM). biMBA-AIUEO memiliki kurikulum dan modul yang telah disusun secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga memudahkan anak dalam mempelajari dan memahami materi-materi yang diberikan. Berbeda dengan institusi lain, di biMBA bukan anak yang mengikuti kurikulum, tetapi kurikulum yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Jadi, setiap anak memiliki materi yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan kemauannya.
Dalam proses belajar, setiap anak harus diposisikan sebagai subjek dan bukan objek (INDIVIDUAL SYSTEM). Bila dalam proses belajar, anak berperan sebagai objek, maka yang banyak melakukan intervensi adalah pendidik. Hasilnya akan membuat anak menjadi malas belajar dan proses belajar menjadi tidak efektif. Sebaiknya anak belajar atas keinginannya sendiri.
Mulai hari ini kita ubah paradigma kita terhadap anak. Bahwa anak berbuat baik itu bukan hal yang biasa, tapi merupakan suatu hal yang luar biasa. Bersama biMBA-AIUEO kita wariskan MINAT Belajar Anak sejak usia dini.
Salam biMBA...tetap semangat, luar biasa, dan selalu ceria.
Sifat dasar anak adalah senang belajar hal itu bisa terlihat sejak usia dini, dimulai dari anak belajar berjalan, dia jatuh dan bangkit lagi atas kemauan sendiri. Sayangnya, ketika anak menginjak usia empat tahun, banyak terjadi intervensi orang dewasa, dalam hal ini orang tua. Seorang anak belajar karena kewajiban, dorongan, bahkan paksaan dari orang tua. Sehingga akhirnya anak menjadi tertekan, dampak yang lebih ekstrim adalah membuat anak menjadi BENCI belajar.
Prinsip dasar belajar untuk anak-anak haruslah MENYENANGKAN (FUN LEARNING), karena belajar dalam suasana yang menyenangkan akan menumbuhkan emosi positif. Motivator biMBA harus mampu menciptakan suasana belajar yang sepenuhnya menyenangkan bagi anak, Sehingga anak memiliki pengalaman atau kesan positif bahwa kegiatan belajar adalah kegiatan yang menyenangkan.
Proses belajar harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari hal yang mudah terlebih dahulu (SMALL STEP SYSTEM). biMBA-AIUEO memiliki kurikulum dan modul yang telah disusun secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga memudahkan anak dalam mempelajari dan memahami materi-materi yang diberikan. Berbeda dengan institusi lain, di biMBA bukan anak yang mengikuti kurikulum, tetapi kurikulum yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Jadi, setiap anak memiliki materi yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan kemauannya.
Dalam proses belajar, setiap anak harus diposisikan sebagai subjek dan bukan objek (INDIVIDUAL SYSTEM). Bila dalam proses belajar, anak berperan sebagai objek, maka yang banyak melakukan intervensi adalah pendidik. Hasilnya akan membuat anak menjadi malas belajar dan proses belajar menjadi tidak efektif. Sebaiknya anak belajar atas keinginannya sendiri.
Mulai hari ini kita ubah paradigma kita terhadap anak. Bahwa anak berbuat baik itu bukan hal yang biasa, tapi merupakan suatu hal yang luar biasa. Bersama biMBA-AIUEO kita wariskan MINAT Belajar Anak sejak usia dini.
Salam biMBA...tetap semangat, luar biasa, dan selalu ceria.
Kamis, 05 April 2012
Dasar-dasar Mendidik Anak
02.42
Sahabat...apa saja dasar-dasar dalam pendidikan anak? silahkan membaca tulisan di bawah ini.
1. Pendidikan dilakukan secara bertahap.
Apakah ada di antara kita yang setelah lulus SD langsung masuk SMU? tentu saja tidak ada bukan? pendidikan di seluruh dunia dibuat secara bertahap sesuai dengan kapasitas, kemampuan, dan usia manusia. Di biMBA-AIUEO, proses belajar dilakukan secara bertahap dengan menggunakan metode Small Step System. Seluruh materi belajar dirangkum dalam sebuah kurikulum biMBA-AIUEO dan didukung oleh modul atau lembar latihan yang hanya ada di biMBA-AIUEO.
Di biMBA-AIUEO, anak tidak dipaksa untuk menyelesaikan tugasnya, karena biMBA adalah bimbingan MINAT baca dan MINAT belajar Anak usia dini. Biasanya anak usia dini tidak betah melakukan sesuatu dengan posisi duduk tenang dalam waktu yang lama. Salah satu cara untuk membiasakannya adalah dengan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka sukai, tentu saja bukan dengan membiarkannya begitu saja.
2. Pendidikan dilakukan dari yang ringan dan mudah.
Proses pembelajaran di biMBA-AIUEO dimulai dengan materi yang paling mudah, jika anak mampu, maka materi belajar akan ditingkatkan secara bertahap. Materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak. Untuk menumbuhkan MINAT anak terhadap kegiatan membaca, terlebih dahulu anak diperdengarkan bunyi huruf, bunyi kata secara verbal (hanya diperdengarkan). Tujuannya adalah untuk membentuk logika anak, sehingga mereka mengerti bukan menghafal.
Setelah terbentuk logikanya, tahap selanjutnya adalah memperkenalkan simbol huruf. Simbol huruf juga diperkenalkan secara bertahap, di awali dengan simbol huruf AIUEO. Pengenalan kata juga dilakukan secara bertahap dimulai dengan kata yang memiliki dua suku kata yang kembar (sama), seperti : MAMA, PAPA, DEDE, dsb. Kata-kata yang diperkenalkan adalah kata-kata yang dekat dengan anak dan memiliki makna (arti).
Secara bertahap akan meningkat membaca kalimat dan membaca cerita pendek.
3. Pendidikan dilakukan berulang-ulang.
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang langsung menguasai sesuatu tanpa melalui proses belajar. begitu juga dengan anak-anak. Saat guru mengajarkan sesuatu kepada mereka, maka guru tidak bisa menuntutnya untuk langsung bisa. Ajarkanlah berulang-ulang sampai anak mengerti dan benar-benar memahami. di biMBA-AIUEO proses belajar dilakukan secara berulang--ulang menggunakan modul dengan cara berdialog, bernyanyi, bercerita, dongeng, atau menggunakan media permainan.
Selain itu, proses pembelajaran yang dilakukan secara kontinyu, meskipun sedikit demi sedikit, biasanya lebih mudah dicerna dan dipahami oleh anak. Daya ingat anak akan kuat jika diasah terus-menerus dan nantinya akan menjadi ingatan yang tajam. Semakin banyak anak mengulang, berarti semakin banyak anak melakukan latihan. semakin dilatih, maka akan menjadi semakin mampu.
4. Pendidikan dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Biasanya anak-anak akan merasa lebih nyaman, jika suasana belajar terasa menyenangkan. Motivator yang ramah dan selalu ceria, serta lingkungan yang mendukung akan membuat anak selalu bersemangat untuk belajar.
Salam biMBA...tetap semangat. luar biasa dan selalu ceria.
1. Pendidikan dilakukan secara bertahap.
Apakah ada di antara kita yang setelah lulus SD langsung masuk SMU? tentu saja tidak ada bukan? pendidikan di seluruh dunia dibuat secara bertahap sesuai dengan kapasitas, kemampuan, dan usia manusia. Di biMBA-AIUEO, proses belajar dilakukan secara bertahap dengan menggunakan metode Small Step System. Seluruh materi belajar dirangkum dalam sebuah kurikulum biMBA-AIUEO dan didukung oleh modul atau lembar latihan yang hanya ada di biMBA-AIUEO.
Di biMBA-AIUEO, anak tidak dipaksa untuk menyelesaikan tugasnya, karena biMBA adalah bimbingan MINAT baca dan MINAT belajar Anak usia dini. Biasanya anak usia dini tidak betah melakukan sesuatu dengan posisi duduk tenang dalam waktu yang lama. Salah satu cara untuk membiasakannya adalah dengan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka sukai, tentu saja bukan dengan membiarkannya begitu saja.
2. Pendidikan dilakukan dari yang ringan dan mudah.
Proses pembelajaran di biMBA-AIUEO dimulai dengan materi yang paling mudah, jika anak mampu, maka materi belajar akan ditingkatkan secara bertahap. Materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak. Untuk menumbuhkan MINAT anak terhadap kegiatan membaca, terlebih dahulu anak diperdengarkan bunyi huruf, bunyi kata secara verbal (hanya diperdengarkan). Tujuannya adalah untuk membentuk logika anak, sehingga mereka mengerti bukan menghafal.
Setelah terbentuk logikanya, tahap selanjutnya adalah memperkenalkan simbol huruf. Simbol huruf juga diperkenalkan secara bertahap, di awali dengan simbol huruf AIUEO. Pengenalan kata juga dilakukan secara bertahap dimulai dengan kata yang memiliki dua suku kata yang kembar (sama), seperti : MAMA, PAPA, DEDE, dsb. Kata-kata yang diperkenalkan adalah kata-kata yang dekat dengan anak dan memiliki makna (arti).
Secara bertahap akan meningkat membaca kalimat dan membaca cerita pendek.
3. Pendidikan dilakukan berulang-ulang.
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang langsung menguasai sesuatu tanpa melalui proses belajar. begitu juga dengan anak-anak. Saat guru mengajarkan sesuatu kepada mereka, maka guru tidak bisa menuntutnya untuk langsung bisa. Ajarkanlah berulang-ulang sampai anak mengerti dan benar-benar memahami. di biMBA-AIUEO proses belajar dilakukan secara berulang--ulang menggunakan modul dengan cara berdialog, bernyanyi, bercerita, dongeng, atau menggunakan media permainan.
Selain itu, proses pembelajaran yang dilakukan secara kontinyu, meskipun sedikit demi sedikit, biasanya lebih mudah dicerna dan dipahami oleh anak. Daya ingat anak akan kuat jika diasah terus-menerus dan nantinya akan menjadi ingatan yang tajam. Semakin banyak anak mengulang, berarti semakin banyak anak melakukan latihan. semakin dilatih, maka akan menjadi semakin mampu.
4. Pendidikan dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Biasanya anak-anak akan merasa lebih nyaman, jika suasana belajar terasa menyenangkan. Motivator yang ramah dan selalu ceria, serta lingkungan yang mendukung akan membuat anak selalu bersemangat untuk belajar.
Salam biMBA...tetap semangat. luar biasa dan selalu ceria.
Sabtu, 31 Maret 2012
Menumbuhkan MINAT Belajar Anak.
02.01
FUN LEARNING
Proses belajar HARUS dilakukan dalam suasana 100 % menyenangkan bagi anak, karena suatu kegiatan atau pengalaman yang menyenangkan akan cenderung diulangi oleh anak dan sebaliknya. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan MINAT baca dan MINAT belajar secara intrinsik. Beberapa cara yang digunakan biMBA untuk menciptakan fun learning adalah :
Proses belajar HARUS dilakukan dalam suasana 100 % menyenangkan bagi anak, karena suatu kegiatan atau pengalaman yang menyenangkan akan cenderung diulangi oleh anak dan sebaliknya. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan MINAT baca dan MINAT belajar secara intrinsik. Beberapa cara yang digunakan biMBA untuk menciptakan fun learning adalah :
a. Membuat anak merasa nyaman dan aman dengan cinta kasih sayang.
b. Mengajak anak berdialog dengan tema umum, misalnya : mengenai kesukaan, menu sarapan pagi,
warna baju yang dikenakan, dsb.
c. Mengajak anak berdialog dengan memasukkan materi belajar, misalnya : memperdengarkan verbal
kata 4HVK, 4HVS, 5HVS, 4HKS, dsb.
d. Mengajak anak berdialog menggunakan bahasa biMBA.
e. Mengajak anak bernyanyi atau melakukan gerak dan lagu.
f. Meninggalkan cara-cara pemaksaan.
g. Melakukan evaluasi terhadap sikap anak.
b. Mengajak anak berdialog dengan tema umum, misalnya : mengenai kesukaan, menu sarapan pagi,
warna baju yang dikenakan, dsb.
c. Mengajak anak berdialog dengan memasukkan materi belajar, misalnya : memperdengarkan verbal
kata 4HVK, 4HVS, 5HVS, 4HKS, dsb.
d. Mengajak anak berdialog menggunakan bahasa biMBA.
e. Mengajak anak bernyanyi atau melakukan gerak dan lagu.
f. Meninggalkan cara-cara pemaksaan.
g. Melakukan evaluasi terhadap sikap anak.
SMALL STEP SYSTEM
Agar proses belajar yang menyenangkan dapat tercipta, maka proses belajar HARUS dilakukan secara bertahap (small step system) sesuai dengan kemampuan dan kemauan anak. Tujuan diterapkannya metode ini untuk memudahkan anak memahami materi belajar. Agar dapat memberikan materi belajar secara bertahap biMBA menggunakan modul atau lembar latihan yang terdiri dari potongan tema kecil yang berkesinambungan. biMBA memiliki kurikulum dan modul khusus yang telah disusun secara sistematis, sehingga mudah digunakan oleh motivator maupun anak-anak biMBA.
Beberapa hal yang perlu dipelajari, dimengerti dan dipahami oleh setiap motivator biMBA dalam menerapkan meode ini adalah :
Agar proses belajar yang menyenangkan dapat tercipta, maka proses belajar HARUS dilakukan secara bertahap (small step system) sesuai dengan kemampuan dan kemauan anak. Tujuan diterapkannya metode ini untuk memudahkan anak memahami materi belajar. Agar dapat memberikan materi belajar secara bertahap biMBA menggunakan modul atau lembar latihan yang terdiri dari potongan tema kecil yang berkesinambungan. biMBA memiliki kurikulum dan modul khusus yang telah disusun secara sistematis, sehingga mudah digunakan oleh motivator maupun anak-anak biMBA.
Beberapa hal yang perlu dipelajari, dimengerti dan dipahami oleh setiap motivator biMBA dalam menerapkan meode ini adalah :
a. Mempelajari, mengerti dan memahami kurikulum biMBA.
b. Mempelajari, mengerti dan memahami tahapan-tahapan dalam kurikulum biMBA.
c. Mempelajari, mengerti dan memahami tujuan umum dan tujuan khusus setiap tahapan
kurikulum biMBA.
d. Mempelajari, mengerti dan memahami cara mengevaluasi setiap tahapan kurikulum biMBA.
INDIVIDUAL SYSTEM.
Setiap murid biMBA berperan sebagai subjek belajar. Hal ini bertujuan agar setiap anak biMBA memiliki MINAT belajar secara intrinsik. Untuk itu motivator HARUS mengetahui atau menggali segala informasi mengenai hobi, kesukaan, karakter, gaya belajar, dsb. Informasi-informasi tersebut dapat digunakan oleh motivator sebagai media dalam menciptakan suasana belajar yang sepenuhnya menyenangkan bagi anak.
Selain itu motivator juga harus mengetahui kemampuan dan kemauan setiap anak didiknya. Di biMBA, bukan anak yang mengikuti kurikulum tetapi kurikulum yang disesuai dengan tahap kemampuan dan kemauan masing-masing anak.
VARIATION SKILL.
Diperlukan kemampuan bagi seorang motivator biMBA untuk memvariasikan kegiatan belajar di dalam kelas. Hal tersebut bertujuan agar anak tidak jenuh. Kegiatan belajar divariasikan agar memenuhi ketiga aspek belajar, yaitu : kognitif, afektif, psikomotorik.
Semoga bermanfaat...salam biMBA tetap semangat dan luar biasa.
Langganan:
Postingan (Atom)







