Sabtu, 05 Mei 2012

Macam-macam Gaya Belajar

19.01


Macam-Macam Gaya Belajar


Kita tidak bisa memaksakan seorang anak harus belajar dengan suasana dan cara yang kita inginkan, karena masing masing anak memiliki tipe atau gaya belajar sendiri-sendiri. Kemampuan anak dalam menangkap materi dan pelajaran tergantung dari gaya belajarnya. Banyak anak yang menurun prestasi belajarnya disekolah karena dirumah anak dipaksa belajar tidak sesuai dengan gayanya. Anak akan mudah menguasai materi pelajaran dengan menggunakan cara belajar mereka masing-masing. Menurut DePorter dan Hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Terdapat tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi (perceptual modality).

Pengertian Gaya Belajar dan Macam-macam Gaya Belajar.


 1.   VISUAL (Visual Learners)


Gaya Belajar Visual (Visual Learners). Gaya belajar ini menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar anak paham Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. 

Ada beberapa karakteristik yang khas bagi orang yang mempunyai gaya belajar ini. Pertama adalah adanya kebutuhan untuk melihat sesuatu (baik informasi atau pelajaran) secara visual untuk mengetahui atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

Ciri-ciri gaya belajar visual.

  1. 1. Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar.
  2. 2. Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
  3. 3. Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru    
  4.     kemudian dia sendiri yang bertindak
  5. 4. Tidak suka bicara di depan kelompok dan tidak suka pula mendengarkan orang lain. 
  6. 5. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
  7. 6. Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan.
  8. 7. Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan.
  9. 8. Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu.

 2.  AUDITORI (Auditory Learners ).

Gaya belajar Auditori (Auditory Learners). gaya belajar ini mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingat sesuatu. Karakteristik gaya belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. 

Karakteristik orang dengan gaya belajar auditory. Pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, Kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, Ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.

Ciri-ciri gaya belajar Auditory.

  1. 1. Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam 
  2.     kelompok/ kelas.
  3. 2. Pendengar ulung, anak mudah menguasai materi iklan, lagu di televisi, dan radio.
  4. 3. Cenderung banyak omong.
  5. 4. Tidak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat 
  6.     dengan baik apa yang baru saja dibacanya.
  7. 5. Kurang terampil dalam mengerjakan tugas mengarang atau menulis.
  8. 6. Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain.
  9. 7. Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya anak baru, adanya  
  10.     papan pengumuman di pojok kelas, dll.

 3.  KINESTETIK (Kinesthetic Learners).

Gaya Belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners). Gaya belajar ini mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu agar ia bisa mengingatnya. 

Karakteristik gaya belajar ini adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik.

  1. 1. Menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya, termasuk saat belajar.
  2. 2. Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak.
  3. 3. Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, 
  4.     dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar
  5. 4. Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar.
  6. 5. Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambang
  7. 6. Menyukai praktek atau percobaan.
  8. 7. Menyukai permainan dan aktivitas fisik.

Demikianlah macam-macam gaya belajar. Semoga dapat menjadi bahan acuan kita untuk menentukan cara belajar yang baik dan pas untuk anak-anak kita, sehingga anak dapat menikmati proses belajarnya. Nah sekarang mana gaya belajar anda atau anak anda?

Salam biMBA...tetap semangat, luar biasa, dan selalu ceria.


Read more: GAYA BELAJAR >> Macam-Macam Gaya Belajar | belajarpsikologi.com 

Selengkapnya,..

Tipologi Kepribadian Anak

04.07


Macam - Macam Kepribadian Anak
Kali ini kita akan membahas tentang kepribadian, inilah dasar dari pembentukan karakter seorang anak. Mengapa kita perlu membahas tentang kepribadian, kepribadian adalah bagian dari diri manusia yang sangat unik dimana kita memiliki kecenderungan yang cukup besar untuk merespon segala sesuatu. Dengan memahami kepribadian anak berarti kita telah menyingkat waktu kita untuk menebak-nebak, berusaha mengerti dan memahami anak kita, kita bisa jauh lebih mudah untuk memahami seseorang anak dengan memperhatikan tipologi kepribadiannya. Kepribadian ini membagi manusia menjadi empat golongan besar yaitu korelis, sanguinis, phlegmatis dan melankolis.
Koleris mewakili tipe kepribadian yang tegas dan cenderung untuk memimpin. Pemimpin yang dilahirkan secara alamiah begitulah koleris. Ciri-cirinya To The Point, dia ingin segala sesuatunya cepat dan dilakukan saat itu juga, dia tidak bertele-tele tetapi pada titik ekstrimnya adalah dia bisa menjadi terlalu dominan dan terlalu mengatur, terlalu mengontrol, sehingga orang lain bisa tidak tahan. Dia ingin segala sesuatunya dilakukan dengan sangat cepat kemudian bisa jadi dia lupa beberapa detail-detail tentang hal penting yang harus dilakukan. Itulah tipe kepribadian koleris yang sejati. Orang koleris akan berpakaian dengan praktis, simple, tidak mementingkan model pakaian tetapi lebih mementingkan fungsi dari pakaian itu. Dan orang koleris biasanya duduknya sangat tegak sekali dan ia berjalan dengan sangat tegak dengan kepala terangkat ke atas. Pada kenyataannya tiap kepribadian itu memiliki kadarnya masing-masing, sangatlah kecil sekali kemungkinannya kita menemukan seseorang yang koleris sejati, artinya seratus persen koleris  Seorang anak yang koleris, biasanya memiliki motivasi yang kuat dari dalam, istilahnya “ku tahu yang ku mau”. Jika ingin mengarahkan mereka, tunjukan keuntungan bagi anak jika mereka melakukan hal tersebut. Misal : “Jika kamu les bahasa inggris maka mudah bagi kamu untuk memahami aturan dari permainan yang sering papa dan kamu lakukan, masih banyak permainan serupa yang bisa kita mainkan”.
Jenis kepribadian yang berikutnya adalah Sanguinis. Sanguinis adalah orang yang cerah, ceria, bisa mendengar suaranya jauh sebelum melihat orangnya, heboh sekali dan jika memakai pakaian pakaian biasanya berwarna cerah meriah dengan banyak sekali aksesoris, yah sanguinis adalah orang yang senang menjadi pusat perhatian. Jika Anda datang ke pesta dan melihat satu orang dikelilingi yang lain, bercerita, semua terhibur dan tertawa, maka orang yang bercerita itulah seorang sanguinis. Ya, sanguinis adalah pusat perhatian. Jika Anda melihat orang sanguinis berpakaian cerah warna warni dan banyak aksesoris, dia tidak akan risih dengan itu semua bahkan dia akan suka, karena dengan begitu dia bisa menarik perhatian orang lain. Orang sanguinis akan berjalan dengan gayanya yang ceria dan akan menoleh ke kanan kiri dan melempar banyak senyum kepada orang-orang di sekitarnya. Seorang anak sanguinis merupakan anak yang sangat senang sekali bermain dan berkumpul dengan banyak teman-temannya. Senang dengan aktivitas “outdoor” atau kebersamaan yang menyenangkan.
Tipe koleris dan tipe sanguinis adalah tipe yang Ekstrovert, tipe yang terbuka kepada orang. Orang sanguinis begitu sangat terbukanya, sehingga bisa cerita tentang banyak hal kepada orang lain dan kemudian bisa dengan mudah melupakannya. Orang sanguinis dengan begitu mudahnya melupakan janjinya dan juga dengan begitu mudahnya dia akan langsung minta maaf. Orang koleris tidak akan melakukannya, dia akan gengsi untuk minta maaf kepada kita. Tapi mereka dasarnya adalah orang-orang yang terbuka, orang-orang yang ekstrovert. Berikutnya kita akan membahas bagian kepribadian yang Introvert yang tertutup. Di bagian ini ada dua tipologi kepribadian yaitu Melankolis dan Phlegmatis.
Melankolis adalah seorang yang rapi, biasanya tulisannya rapi, lengkap, dan detail karena itu jika mereka kuliah catatan mereka biasanya akan dipinjam oleh teman-temannya. Dan kemudian dia akan memiliki gaya dandan yang rapi, tidak ada satu helai pun rambut yang tersisir keluar ok semuanya rapi seperti diatur pada tempatnya. Seorang melankolis berpakaian selalu sangat rapi sekali, dimasukkan dan suka warna warna yang memiliki perpaduan warna yang cocok. Jadi tidak akan sembarangan, artinya dia tidak akan memakai bawahan yang berwarna hijau dan kemudian atasnya berwarna kuning cerah. Dia akan mempertimbangkan segala sesuatunya, itulah orang melankolis. Jika memendam sesuatu bisa dipendam sangat lama, ngambeknya bisa sangat lama sekali, tetapi orang melankolis sangat detail, begitu suka dengan data-data dan fakta-fakta. Yah itulah seorang melankolis. Ia begitu ahli di dalam perencanaan dan ahli di dalam analisa. Ciri-ciri anak melankolis yang sangat tampak adalah anak ini sangat teratur, suka kerapian, mereka secara akademis adalah anak yang cerdas dan pandai. Anak melankolis sangat suka “mengontrol” semuanya sendiri. Terkadang menentukan pakaian yang akan dipakainya, makan apa sore ini, dsb. Mereka terkadang suka mengingatkan kita, jika keluar kamar lampu dimatikan, tv atau laptop dimatikan.
Kemudian kepribadian yang satunya lagi adalah Phlegmatis. Phlegmatis adalah kepribadian yang suka melakukan segala sesuatu berdasarkan urutan yang telah diberikan, jika memang sudah begini ya begini tidak usah dipikirin yang lain lagi, yah pokoknya ikuti saja. Itulah phlegmatis, tipe pengikut yang setia. Dia bisa tahan duduk berjam-jam melakukan sesuatu berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan dimana itu tidak mungkin bisa dilakukan oleh seorang yang koleris ataupun seorang sanguinis. Mereka tidak akan tahan duduk berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan melakukan satu hal yang sama berulang-ulang kali. Phlegmatis sangat cocok melakukan itu semua, sangat setia dan bisa dipercaya untuk memegang rahasia. Itulah orang phlegmatis, mereka sangat mudah diatur mereka sangat toleran. Jika Anda punya anak phlegmatis, Anda bisa mengatakan “nak sekarang makan ya”, “ya” kalau Anda sibuk, Anda bisa mengatakan “nak, sekarang Mama lagi sibuk, nanti aja makannya ya”, “iya” anak phlegmatis tidak akan menuntut Anda. Itu akan sangat berbeda dengan anak koleris “nak makannya nanti ya”, “tidak! Aku maunya sekarang” itulah anak koleris. Anak phlegmatis biasanya cenderung diam dan mengalah. Mereka sering menghindari konflik dan seringkali merelakan peralatan tulisnya untuk dipinjam dan tak jarang terkadang merasa “ngga enak” untuk memintanya.
Sekarang Anda telah mengetahui tipologi koleris, sanguinis, melankolis dan phlegmatis nah satu hal yang perlu kita ketahui adalah tidak ada satupun tipologi kepribadian ini yang lebih baik daripada lainnya. Artinya kita semua mempunyai kadar dari keempat tipologi kepribadian ini. Di dalam diri kita ada unsur melankolis, ada unsur phlegmatis, ada unsur koleris dan ada unsur sanguinis-nya. Hanya saja di bagian mana kita dominan dan itu yang membentuk kita, itu yang membedakan kita dari yang lainnya. Nah variable atau kadar perbedaan dari setiap kepribadian ini membuat kita menjadi begitu unik. Tak ada satu orangpun yang memiliki komposisi yang sama, semuanya begitu berbeda. Dan satu hal yang paling penting, adalah seperti yang tadi saya katakan bahwa tidak ada yang baik, tidak ada yang buruk disini. Yang ada adalah pada saat kita tidak menyadari berhadapan dengan siapa dan kemudian kita tidak bisa menjalin suatu komunikasi, itu karena kita tidak bisa memahami persepsinya.


Selengkapnya,..

Kamis, 03 Mei 2012

Mengapa Konsentrasi Anak Mudah Teralihkan

21.22


Konsentrasi adalah bagaimana anak fokus dalam mengerjakan atau melakukan sesuatu. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi berbeda-beda sesuai dengan usianya. Rentang perhatian anak dalam menerima informasi melalui aktivitas apapun juga berbeda.
Rentang perhatian pada anak pra-sekolah sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya materi belajar yang kurang menarik, cara penyampaian guru yang membuat anak bosan, faktor lingkungan yang ramai, kesulitan anak untuk mengerjakan karena materi belajar terlalu tinggi, dll. Untuk anak-anak memang sangat dibutuhkan kemampuan aktif untuk menyampaikan materi dengan menarik dan disesuaikan dengan perkembangan motoriknya.
Sedangkan yang dimaksud dengan kesulitan konsentrasi adalah bila anak tidak fokus dalam memperhatikan suatu hal atau perhatiannya mudah terpecah atau beralih. Jadi, untuk suatu pekerjaan, dia tidak bisa menuntaskannya. Sedikit-sedikit, perhatiannya sudah berubah dan itu terjadi pada semua hal. Akan tetapi kesimpulan bahwa seorang anak mengalami kesulitan konsentrasi atau tidak, baru bisa didapat setelah dibandingkan dengan anak normal pada umumnya.
Jika anak usia batita tampak tidak bisa diam, seolah-olah hiperaktif (padahal belum tentu). Hal ini disebabkan karena anak usia batita berada pada fase eksplorasi. pada fase ini anak ingin mencoba semua benda untuk dipegang, diremas, digigit, dilempar dan diambil kembali, berlari ke sana kemari untuk menjelajah. Di usia ini kemampuan batita untuk mempertahankan atensi memang relatif pendek.

Jika memang anak tidak mengalami kelainan misalnya hiperaktif, jika diminta untuk diam, maka anak juga bisa diam. Anak yang hiperaktif sama sekali tidak bisa konsentrasi pada semua hal. Berbeda dengan anak normal yang mungkin hanya pada hal-hal tertentu saja ia tidak bisa diam atau mungkin anak dalam keadaan bosan.

Baru di usia sekitar 4-5 tahun anak mulai mampu berkonsentrasi dan menyelesaikan suatu tugas sampai selesai. Jika anak bisa konsentrasi 5 menit saja, secara umum dapat dikatakan konsentrasinya cukup baik, bila lebih dari 5 menit, berarti si anak memang lebih dibanding rata-rata anak pada umumnya. 


Faktor Penyebab

Ada dua hal yang menyebabkan terjadinya kesulitan berkonsentrasi, yaitu:
1.Faktor eksternal, ada tiga hal yang bisa mempengaruhi, antara lain:
   a.Lingkungan
     Untuk faktor lingkungan, misalnya anak diberi tugas menggambar. Pada saat yang    

     bersamaan, ia mendengar suara ramai dan itu lebih menarik perhatiannya sehingga 
     tugasnya pun diabaikan. Berarti lingkungan mempengaruhi konsentrasinya.

  b.Pola pengasuhan yang permissive, yaitu pengasuhan yang sifatnya menerima atau  
     membolehkan apa saja yang anak lakukan. Sehingga anak kurang dilatih untuk 
     menyelesaikan suatu tugas sampai selesai dan jika ia mengalami kesulitan, orang tua 
     akan membantunya dan membiarkan anak beralih melakukan sesuatu yang lain.

  c.Faktor psikologis
     Faktor psikologis anak juga bisa mempengaruhi konsentrasinya. Anak yang   
     mengalami tekanan, ketika mengerjakan sesuatu bisa menjadi tidak konsentrasi,
     sehingga ia tidak fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya. misalnya suasana di   
     sekolah yang berbeda dengan suasana di rumah, anak kaget karena mempunyai  
     teman yang lebih berani. Hal ini membuat anak ketakutan dan kekhawatirannya  
     membuat ia sulit untuk konsentrasi. Akibatnya, konsentrasi di kelas untuk menerima 
     pelajaran menjadi berkurang. Jadi faktor psikologis yang disebabkan karena 
     kurangnya kemampuan anak dalam bersosialisasi bisa membuat ia menjadi kurang 
     berkonsentrasi di sekolah.

2. Faktor internal
    Faktor internal adalah faktor dari dalam dirinya sendiri, antara lain
karena adanya   
    gangguan perkembangan otak dan hormon yang dihasilkan oleh neurotransmitter. 
    Jika hormon yang dihasilkan oleh neurotransmitter-nya lebih banyak menyebabkan 
    anak cenderung menjadi hiperaktif. Jika hormon yang dihasilkan oleh 
    neurotransmitter-nya kurang menyebabkan anak menjadi lamban, Sehingga bisa 
    mengakibatkan lambannya konsentrasi.
Konsentrasi atau perhatian biasanya berada di otak daerah frontal (depan) dan parientalis (samping). Gangguan di daerah ini bisa menyebabkan kurangnya atensi atau perhatian anak. Jadi, karena sistem di otak dalam memformulasikan fungsi-fungsi aktivitas, seperti penglihatan, pendengaran, motorik, dan lainnya di seluruh jaringan otak terganggu, mengakibatkan anak tidak dapat berkonsentrasi karena input yang masuk ke otak terganggu. Akibatnya, stimulasinya pun tidak bagus, Gangguan ini bukan merupakan bawaan melainkan bisa didapat misalnya karena terkena infeksi otak.
Oleh sebab itu penyebab sulitnya anak dalam berkonsentrasi harus dicari terlebih dahulu apakah karena faktor eksternal atau internal. Apabila penyebabnya karena faktor lingkungan, baik guru maupun orang tua dapat membantu anak untuk meminimalkan lingkungan sedemikian rupa agar anak bisa fokus atau memusatkan perhatiannya. 
Kalau sudah memasuki usia sekolah, dimana rentang konsentrasi-nya sudah lebih panjang, anak tidak terlalu bermasalah kecuali jika anak memang mempunyai kelainan. Sedangkan untuk anak yang mengalami gangguan konsentrasi yang disebabkan karena faktor dari dalam dirinya seperti hiperaktif, terapi yang diberikan adalah secara medik/obat dan terapi perilaku. Umumnya kalau sudah diberi obat, hiperaktifnya berkurang. Sedangkan untuk konsentrasi lambat diterapi untuk meningkatkan konsentrasinya.


Selengkapnya,..

Popular Posts