Browse » Home » Posts filed under Cerita
Minggu, 08 April 2012
Cerita Anak Semut dan Kepompong
23.29
Di suatu hutan yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung,kucing, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari, hutan dilanda badai yang sangat dahsyat. Angin bertiup sangat kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak! terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkan dirinya, kecuali si semut yang berlindung di dalam tanah. Badai baru berhenti ketika pagi menjelang. Matahari kembali bersinar hangatnya.
Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si semut terlindung dari badai karena ia bisa masuk ke sarangnya di dalam tanah. Ketika sedang berjalan, ia melihat seekor kepompong yang tergeletak di dahan daun yang patah. Si semut bergumam, “Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan tidak bisa kemana-mana”. “Menjadi kepompong memang memalukan!”. “Coba lihat aku, bisa pergi ke mana saja ku mau”, ejek semut pada kepompong. Semut terus mengulang perkataannya pada setiap hewan yang berhasil ditemuinya.
Beberapa hari kemudian, semut berjalan di jalan yang berlumpur. Ia tidak menyadari kalau lumpur yang diinjaknya bisa menghisap dirinya semakin dalam. “Aduh, sulit sekali berjalan di tempat becek seperti ini,” keluh semut. Semakin lama, si semut semakin tenggelam dalam lumpur. “Tolong! tolong,” teriak si semut.”Wah, sepertinya kamu sedang kesulitan ya?” Si semut terheran mendengar suara itu. Ia memandang ke sekelilingnya mencari sumber suara. Dilihatnya seekor kupu-kupu yang indah terbang mendekatinya. “Hai, semut aku adalah kepompong yang dahulu engkau ejek. Sekarang aku sudah menjadi kupu-kupu. Aku bisa pergi ke mana saja dengan sayapku. Lihat! sekarang kau tidak bisa berjalan di lumpur itu kan?” “Yah, aku sadar. Aku mohon maaf karena telah mengejekmu. Maukah kau menolongku sekarang?” kata si semut pada kupu-kupu.
Akhirnya kupu-kupu menolong semut yang terjebak dalam lumpur penghisap. Tidak berapa lama, semut terbebas dari lumpur penghisap tersebut. Setelah terbebas, semut mengucapkan terima kasih pada kupu-kupu. “Tidak apa-apa, memang sudah kewajiban kita untuk menolong yang sedang kesusahan bukan?, karenanya kamu jangan mengejek hewan lain lagi ya?” Karena setiap makhluk pasti diberikan kelebihan dan kekurangan oleh yang Maha Pencipta. Sejak saat itu, semut dan kepompong menjadi sahabat karib.
Kisah Singa dan seekor tikus.
23.09
Seekor singa sedang tidur-tiduran di sebuah padang rumput di hutan. Perutnya lapar, karena sejak pagi tadi dia belum menyantap sesuap makanan pun. Tiba-tiba penciumannya serasa menemukan ada makanan di dekatnya. Dia mulai mencari-cari apa gerangan yang bisa dimakannya itu. Ternyata, seekor tikus sedang bermain-main di balik rerumputan. "Hai, tikus, tahukah kamu bahwa engkau telah menggangguku" kata singa sambil mengaum, memperlihatkan taringnya yang tajam "Aaauuuummmmmmm........!!" "Awas kau akan kujadikan santapan pertamaku hari ini". Dengan sigap dia meloncat, dan dalam sekejap, tikus kecil yang malang itu sudah berada dalam genggamannya. "Oh, singa yang baik, janganlah kau makan diriku," kata tikus itu ketakutan setengah mati. "Di rumahku tujuh ekor anakku sedang menungguku dan makanan yang sedang kubawa ini", tikus menghiba. Air matanya mulai menetes dari matanya. Dia menangis... cit...cit..cit...cit. "Ho...ho...ho.. aummmmm, aku tidak akan melepaskanmu tikus kecil. Perutku sudah lapaaaar sekali. Bisa pingsan aku kalau tidak makan sekarang," singa sudah bersiap hendak memasukkan tikus malang itu ke dalam mulutnya. "Hai, singa, bagaimana kalau kita buat perjanjian. Hari ini biarkan aku pergi. Aku berjanji akan menolongmu kelak jika kau dalam kesulitan," kata tikus mulai berani. "Bagaimana mungkin makhluk kecil sepertimu menolong aku yang kuat dan besar ini. ho..ho..ho.. aummmmm...!" Namun sang singa kasihan juga akhirnya melihat tikus kecil itu menangis. "Baiklah, kali ini kau kulepaskan. Lagipula dagingmu pasti tidak bisa mengenyangkan perutku. Sana! cepat pergi...!!". Tikus dengan senang hati berlari meninggalkan singa sambil teriak, "Terima kasih singa...". Suatu hari tikus sedang berjalan-jalan di sekitar rumahnya. Tiba-tiba dia mendengar suara seekor singa sedang mengaum, tampaknya kesakitan. "Auummmmm.... aduuuuhhh... tolooong...tolooong." "Aku terkena perangkap pemburu nakal... tolooong, auuummmm." Tikus segera menghampiri asal suara itu. Rupanya singa masuk perangkap yang dibuat pemburu. "Jangan kawatir singa, aku datang menolongmu...!" Teriak tikus pada singa. "Cepatt! aku sudah tidak tahan lagi.... auuummmm." kata singa. Tikus segera melompat masuk kedalam lubang perangkap. Satu demi satu tali perangkap yang mengikat singa dia gigit hingga putus. Dan akhirnya... singa terbebas. Segara dia melompat keluar dari lubang perangkap. "Terima kasih Tikus, kalau tidak ada kamu, pasti aku sudah ditangkap pemburu nakal itu. Akhirnya sejak itu Singa dan Tikus bersahabat dan selalu bermain bersama. (SELESAI) |
Langganan:
Postingan (Atom)






